Yuk Berantas Hoax, Dengan Laporkan Beritanya Ke Nomor Ini

Image result for hoax whatsapp
WhatsApp ‘martinelli’ warning is a hoax, don’t forward it | Naked Security - Sophos/by Lisa Vaas


Bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), WhatsApp kini meluncurkan saluran telepon atau call center yang dapat melaporkan misinformasi.

“Misinformasi merupakan tantangan yang membutuhkan kerjasama yang kuat untuk menanggulanginya. Kami senang dapat bekerja sama dengan WhatsApp untuk mengidentifikasi gosip. Sehingga kami dapat melakukan verifikasi danmenambahkannya ke arsip pendataan kami,” kata Presidium Mafindo Harry Sufehmi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/4).

Dengan mengirimkan pesan berupa teks, foto, video, atau audio ke Mafindo melalui nomor +62855-7467-6701, masyarakat pengguna WhatsApp dapat mengirimkan berbagai hal yang memiliki potensi misinformasi. Dan tentunya pesan-pesan ini akan dilindungi oleh enkripsi end-to-end dan tidak dapat terlihat oleh WhatsApp.

Tak hanya itu saja, kini WhatsApp juga berkolaborasi dengan ICT Watch guna memberikan edukasi mengenai misinformasi. Dengan memberikan program pelatihan literasi digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta, program tersebut juga mengarakan stiket-stiket unik yang menyuarakan tentang minsinformasi di WhatsApp.

Kerja sama ini juga dinilai pihak WhatsApp sebagai bentuk upaya untuk memberantas hoaks dan misinformasi yang kerap viral di platformnya.

"WhatsApp peduli terhadap keamanan pemilihan umum di Indonesia dan kami senang dapat bekerja sama dengan Mafindo dan ICT Watch untuk membantu mereka mempelajari dan memberantas misinformasi. Kami mendorong para pengguna untuk berpartisipasi dalam upaya menanggulangi hoaks, baik sebelum maupun sesudah pemilihan umum," tulis pihak WhatsApp.

Bentuk lain sebagai langkah preventif terjadinya hoaks, WhatsApp juga telah meluncurkan kampanye mengenai kesadaran publik untuk mengidentifikasi dan mengehentikan penyebaran rumor yang berbahaya. Kampanye tersebut telah dimulai bulan Maret 2019 di radio, iklan digital di fasilitas umum dan media online.

Sebelumnya, WhatsApp juga telah membatasi fitur 'forward' percakapan maksimal 5 kali. Langkah ini dinilai dapat mengurangi viralitas pesan rumor. Bahkan pihak Whatsapp telah mengklaim bahwa upayanya telah mengurangi 25 persen terjadinya broadcast.



Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer