Pemindahan Ibu kota Dinilai Memberikan Dampak Pemerataan Ekonomi
![]() |
| Indonesiainside.id |
Adanya rencana pemindahan ibu kota ke negara wilayah lain dinilai pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Slamet Rosyadi bisa memberikan dampak pada pemerataan ekonomi.
"Secara umum, itu ide yang bagus karena selama ini pusat ekonomi kota di Jakarta. Sementara daerah-daerah lain seperti di luar Jawa menjadi kurang berkembang, fasilitas modern sebagian besar ada di Jakarta," katanya di Purwokerto, seperti dilansir dari Antara (30/4/2019).
Bahkan ia juga menyebutkan, pemisahan kota dagang dan industri dengan ibukota negara akan membawa dampak yang positif.
"Contohnya, Australia. Canberra sebagai ibukota negara, bukan merupakan kota dagang atau industri. Dari awal Canberra adalah pusat administrasi pemerintahan. Kenapa? supaya warga yang membutuhkan layanan administrasi akan mengalami kemudahan. Tidak perlu bersusah payah karena kemacetan," katanya.
Pemindahan ibukota negara menurutnya bisa sangat mempengaruhi arus dagang dan ekonomi nasional. Jadi jika Jakarta mengalami bencana, maka bisa jadi akan menggangu arus perdagangan dan ekonomi nasional, lanjutnya.
Kendati demikian, rencana pemindahan ibukota, kata dia, perlu kajian yang mendalam dan penghitungan yang cermat.
"Jangan sampai di kemudian hari pemerintah kekurangan anggaran untuk membangun pusat pemerintah di daerah lain," katanya.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan estimasi biaya yang diperlukan untuk pembangunan ibu kota baru seluas 40.000 hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan sekitar Rp466 triliun.
Dalam kajian Bappenas mengenai pemindahan ibu kota pemerintahan seperti yang telah dipaparkan Bambang, pembiayaan pembangunan ibu kota baru sebesar Rp466 triliun memiliki porsi sekitar Rp250 triliun dari pemerintah, dan sisanya oleh pihak swasta.
Sementara itu, pemerintah telah memilih untuk membangun ibu kota baru pemerintahan di luar Pulau Jawa mengingat beban di DKI Jakarta yang semakin bertambah.
Pemerintah juga akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas hal teknis, rancangan kota dan "master plan" terkait pembangunan ibu kota baru itu
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar