Menyandang Gelar Sebagai Perbaisuri Baru Jepang, Berikut 7 Fakta Menarik Masako Owada

Putri Masako
Putri Masako bersama Pangeran Naruhito bersiap untuk kunjungan ke Brasil, 16 Maret 2018. (TOSHIFUMI KITAMURA / POOL / AFP/Asnida Riani)

Selasa kemarin (30/4) Jepang resmi mengumumkan Kaisar barunya yang ke-126 Kaisar Naruhito. Istrinya, Masako Owada kini juga resmi menyandang gelar sebagai Permaisuri Jepang yang baru. Bahkan Masako juga dikenal sebagai sosok hebat dan tak kalah menarik dibandingkan dengan suaminya.

Dilansir dari Akurat.co, berikut adalah 7 fakta menarik permaisuri baru Jepang, Masako.

1. Wanita cerdas dan berpendidikan


Tak hanya cantik, Masako juga tergolong wanita yang sangat cerdas. Sebelum menikah dengan Naruhito, ia tercatat pernah menuntut ilmu di berbagai universitas bergengsi di dunia. 

Masako mengambil jurusan Ekonomi di Universitas Harvard dan berhasil menyabet gelar BA secara magna cum laude. Bahkan ia juga pernah tercatat sebagai salah satu mahasiswa pascasarjana jurusan Hubungan Internasional di salah satu kampus di Universitas Oxford, yaitu Kampus Balliol.

Untuk memperluas pengetahuannya, ia juga pernah mengambil jurusan Hukum di universitas nomor satu di Jepang, yaitu Universitas Tokyo.

2. Menguasai enam bahasa


Tidak hanya menguasai ilmu ekonomi, hubungan internasional, serta hukum, Masako ternyata merupakan seorang poliglot. Wanita 55 tahun ini mahir berbahasa Jepang, Inggris, Rusia, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

3. Penggemar olahraga


Saat masih menyandang status mahasiswa, Masako sangat gemar melakukan berbagai cabang olah raga seperti ski, memanjat gunung, tenis, dayung, serta gulat. 

Bahkan, Masako pernah sekali bergabung dalam tim gulat wanita yang bernama Nancy. Ketika masih berkuliah di Oxford, Masako tercatat sebagai juru mudi bagi lomba dayung yang diikuti oleh atlet dayung pria.

4. Pernah tinggal di Amerika Serikat


Ayah Masako, Hisashi Owada adalah seorang diplomat senior Jepang. Ketika Hisashi ditugaskan untuk menjadi dosen tamu di Sekolah Hukum dan wakil duta besar Jepang di Amerika Serikat, Masako serta keluarganya pindah ke Amerika. 

Di sana, Masako menghabiskan sekolah menengahnya di Belmont High School. Masa itu, Masako terbilang aktif dalam organisasi sekolah. Dia merupakan anggota Klub Bahasa Prancis dan Komunitas Pecinta Matematika.

5. Mempunyai karier bagus sebelum menikahi Naruhito


Sebelum memutuskan menikah dengan Naruhito, karier Masako bisa dibilang cemerlang. Setelah lulus dari Oxford, Masako bekerja sebagai diplomat junior di Departemen Luar Negeri Jepang. Tidak hanya itu, Masako tercatat pernah bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Jepang dan bertugas sebagai penerjemah.

Bahkan banyak orang yang menganganggap pernikahan Naruhito dan Masako adalah sebuah tragedi. Hal ini dikarenakan Masako telah mengorbankan kariernya sebagai diplomat padahal dia bisa saja menjadi seperti Hillary Clinton atau Putri Diana.

6. Berhasil memikat hati Naruhito hanya dalam sekejap


Tidak perlu waktu lama bagi Naruhito untuk jatuh cinta kepada wanita cerdas seperti Masako. Ketika keduanya pertama kali pada Oktober 1986, Naruhito mengaku langsung terpana dengan sosok Masako yang dikenal sangat berwawasan luas dan cerdas.

"Dia (Masako) begitu menarik, dia membuatku tidak sadar dengan waktu," kenang Naruhito.

Meskipun demikian, Naruhito perlu waktu sekitar enam tahun untuk meyakinkan Masako agar mau menikah dengannya. Pada 9 Juni 1993 keduanya resmi menjadi suami-istri.

7. Pernah depresi karena karena masalah keturunan


Sejak bulan madu, Masako terus diberitakan oleh media-media Jepang karena tidak kunjung hamil. Setelah 7 tahun usia pernikahan, Masako akhirnya hamil. Namun, pada tanggal 30 Desember 1999, Masako diberitakan mengalami keguguran karena diduga depresi.

Naruhito yang kala itu masih menjabat sebagai putra mahkota menuduh media terus-terusan menekan Masako untuk mempunyai keturunan.

Bahkan, saat setelah melahirkan putri pertamanya, Putri Aiko pada 1 Desember 2001, Masako masih ditekan untuk melahirkan anak laki-laki yang nantinya bisa mewarisi takhta kekaisaran Jepang.

Akhirnya pada Desember 2003, Masako dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami "adjustment disorder” yaitu gangguan penyesuaian dengan lingkungan, sakit kepala, serta vertigo.

Dan itulah beberapa fakta menarik mengenai permaisuri baru Jepang. Terima Kasih..



Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer