Lima Raksasa Teknologi Global Mulai Batasi Konten Terorisme dengan 'Panggilan Christchurch'

Image result for 'Panggilan Christchurch' ktt prancis
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) saat menghadiri KTT Paris: Ekstrimisme Online bertema "Christchurch Call to Action" di Istana Elysee, Paris | Antaranews.com

Facebook, Amazon, Twitter, Google, Microsoft kali ini berencana untuk mengembangkan perangkat bersama untuk membatasi konten yang mungkin terindikasi konten terorisme atau ekstremis.

Bahkan dengan membuat perjanjian “Panggilan Christchurch” Presiden Prancis, Emmanuel Macron menjadi tuan rumah pertemuan itu bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern yang mendesak kelima perusahaan teknologi global ini untuk mengembangkan perangkat bersama untuk mendeteksi dan menghapus konten teroris atau ekstremis. 

Perusahaan-perusahaan itu menyatakan, “Kami akan memperbarui ketentuan yang digunakan untuk melarang distribusi konten teroris dan kekerasan ekstremis.”

Janji ini dibuat dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Paris setelah adanya serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru. Dimana teroris itu melakukan live di media sosial Facebook.

“Kami juga akan merilis laporan transparansi untuk deteksi dan pemindahan konten teror atau kekerasan ekstremis,” papar pernyataan lima raksasa teknologi itu, dilansir dari BBC.

Sebelum pertemuan dilangsungkan, Facebook mengumumkan membatasi fitur streaming secara live. Dalam pernyataannya, Facebook menyatakan siapa saja yang membagikan konten melanggar seperti pernyataan dari grup teroris tanpa konteks akan diblokir menggunakan Facebook Live untuk periode tertentu, misalnya 30 hari.




Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer