Isu People Power, Andi Arief Menganjurkan Prabowo dan Jokowi Bertemu Sebelum 22 Mei
![]() |
| Membaca maksud dan tujuan Jokowi temui Prabowo di Hambalang. Jokowi dan Prabowo pernah bertarung dalam Pilpres 2014 lalu. Kini keduanya tampak akrab, saling puji satu sama lain. | Merdeka.com |
Isu adanya gerakan people power yang akan terjadi pada 22 Mei 2019 nanti membuat Politikus Partai Demokrat Andi arief turut angkat bicara. Melalui twitter pribadi miliknya @AndiArief_ mengatakan people power hanya pernah terjadi sekali di Indonesia yaitu pada tahun 1998
Menurutnya, gerakan yang terjadi pada tahun 1998 itu berlangsung dalami dan merupakan akumulasi gerakan sejak 1980-an. Yang kala itu MPR menolak pertanggungjawaban Presiden B.J Habiebie.
Ia juga mengatakan bahwa amuk massa dan people power itu memiliki konsep yang berbeda. Sementara untuk amuk masa dan social unrest pernah terjadi berkali-kali, pada tahun 1965, 1974, 1978, 1986, dan Mei 1998. Menurutnya juga people power bukanlah suatu peristiwa yang gampang terjadi.
Jumlah massa yang sangat banyak pada November 1998 saat itu memang tidak bisa diperlihatkan oleh drone yang memang saat itu belum ada. Dan menurutnya itu adalah jumlah massa terbesar dalam sejarah peristiwa poliitk Indonesia.
Untuk aksi 212, menurut Andi itu tidak bisa dikategorikan sebagai people power karena tuntunan politiknya tidak terang benderang.
Ia juga mengatakan, bahwa ditanggal 22 Mei mendatang pasti akan ada yang menerima dan menentang hasil pengumuman KPU sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan alasan yang berbeda, tentunya keduanya memiliki tata cara dan harus mendapat perlindungan hukum yang sama.
"Saya menganjurkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi bertemu sebelum tanggal 22 Mei. Dalam suasana silaturahmi Ramadan dan tanpa harus ada deal politik," kata dia.
Andi juga mengajak kepada seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat diimbau untuk bersama-sama menjaga keteduhan hingga 22 Mei.
"Hentikan silang pendapat dengan kawan koalisi, apa yang sudah terjadi adalah dinamika menjaga kehormatan partai."
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar