Pengguna Smartphone di Indonesia Pernah Alami Kehilangan Data

Related image
tekno.kompas.com

Sebanyak 67 persen konsumen di Indonesia pernah kehilangan Data di Smartphone mereka. Hal ini diungkap langsung dalam hasil survei firma riset DEKA yang dikomisi oleh Western Digital Corporation bertajuk 'Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey'.

Research Director DEKA, Mamik S Leonardo mengatakan ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna Smartphone kehilangan Data. 

"Beberapa di antaranya adalah memori yang penuh sehingga mereka harus menghapus Data, perangkat yang rusak, virus, file yang rusak, atau kehilangan perangkat," ujarnya saat pemaparan hasil survei di GoWork Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Bahkan dalam survei itu menjelaskan, lebih dari 90 persen responden lebih memilih menggunakan Smartphone dibanding Kamera. Sehingga Data yang ada pada Smartphone hampir seluruhnya berisi foto dan video. Dimana umumnya orang Indonesia sebanyak 56 persen memakai memori internal 16-32 GB.

"Namun, tentu kapasitas ini tidak akan cukup untuk menampung simpanan foto dan video yang terus bertambah di Smartphone," tukas dia.

Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka hanya memiliki sisa memori 1-3 GB di Smartphone. Kapasitas terbatas ini menyebabkan para responden terpaksa menghapus Data untuk mengosongkan kapasitas penyimpanan.

"Hampir semua responden yang mengalami masalah ini mengaku merasa kesal saat ponsel mereka kehabisan kapasitas memori," pungkas Mamik.

Tentunya riset ini telah melibatkan 1.120 responden yang berasal dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Makassar. Metodologi survei dilakukan secara tatap muka dari rumah ke rumah.

Responden berusia antara 18 - 64 tahun terdiri dari pria dan wanita. Survei dilakukan di akhir Februari sampai 11 Maret 2019.


Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer