Hanya Ada Satu Anak Laki-Laki, Desa di Polandia Ini Krisis Pria

Image
Foto anak-anak di desa Miejsce Odrzańskie | FACEBOOK/@MDP i OSP Miejsce Odrzańskie

Berbatasan langsung dengan Republik Ceko, sebuah desa kecil bernama Miejsce Odrzanskie yang berada di sebelah selatan Polandia kini tengah dilanda krisis dengan anjloknya jumlah angka kelahiran bayi laki-laki.

Dilansir dari Akurat.co, desa itu hanya memiliki satu anak laki-laki dan itupun sudah berusia 12 tahun. Dan karena sangat lama tidak mendengar satupun tangisan bayi laki-laki yang keluar dari rahim wanita di Desa Miejsce Odrzanskie, pemerintah setempat akan memberikan hadiah kepada orang tua yang bisa melahirkan anak laki-laki.

Tidak ada yang tau apa penyebabnya, Pimpinan pemerintahan setempat, Rajmund Frischko kemudian memberikan fakta yang mengejutkan, dikatakannya bahwa langkanya angka kelahiran bayi laki-laki di desa dengan jumlah 300 penduduk ini sudah terjadi selama bertahun-tahun lamanya.

"Kami memeriksanya lebih lanjut (serta) meninjau akta kelahiran. Saya pikir apa yang dikatakan oleh penduduk yang lebih tua bisa dipastikan kebenarannya (tentang jarangnya kelahiran anak laki-laki). Anak perempuan terus lahir sementara kelahiran anak laki-laki jarang terjadi. Menjelaskan teka-teki ini tidak akan mudah,” ucap Frischko.

Karena desa ini didominasi oleh wanita, maka beberapa pekerjaan di desa ini umumnya didominasi oleh wanita bahkan regu pemadam kebakaran sekalipun. 

Karena keanehan desa ini, berita yang menjadi viral ini sampai ke telinga Profesor Rafal Ploski, Kepala Departemen Genetika Medis di Universitas Kedokteran Warsawa. Ia mengatakan bahwa untuk menemukan jawabannya yaitu dilakukannya penelitian mengenai catatan sejarahnya serta angka statistik kelahiran.

"Kemudian Anda harus memeriksa apakah para orang tua yang melahirkan anak perempuan tidak mempunyai hubungan (kekerabatan) satu dengan yang lainnya, bahkan hubungan paling jauh sekalipun. Langkah selanjutnya (adalah) melakukan wawancara yang akurat dengan para orang tua dan anak-anak serta memeriksa kondisi lingkungan. Hanya dengan cara-cara tersebut, petunjuk mungkin bisa ditemukan," ucap Profesor Ploski .

Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer