Survei Voxpol Buktikan 70 Persen Pemilih Tidak Tertarik Dengan Janji Politik
| Rilis.id |
Menjelang penyelenggaraan Pilpres tahun 2019, Voxpol Center merilis hasil survei preferensi perilaku pemilih (voting behavior) yang diikuti dengan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, menyebutkan bahwa lembaganya fokus pada janji politik, dan seberapa besar pengaruh janji politik mendongkrak elektabilitas capres. Juga apakah janji politik punya korelasi linear terhadap tingkat “keterpilihan” masing-masing capres/cawapres pada pilpres 2019.
"Survei Voxpol Center menunjukkan bahwa sebesar 70.4 persen “tidak” tertarik dengan janji politik yang ditawarkan capres/cawapres. Hanya 18.3 persen pemilih yang “tertarik” dengan janji yang ditawarkan oleh elite politisi atau calon presiden/wakil presiden," Ucap Pangi kepada, Jumat (22/3/2019).
Pangi juga mengatakan, soal tingkat kepercayaan terhadap janji politik capres dan cawapres, dengan simulasi pertanyaan “seberapa percayakah bapak atau ibu terhadap janji-janji politik yang disampaikan capres/cawapres di saat masa kampanye?
"Data survei Voxpol Center menunjukkan 62, 8 persen pemilih “tidak percaya” dengan janji politik. Namun demikian, masih ada yang percaya terhadap janji politik yang di obral ketika masa kampanye sebesar 24.7 persen," imbuhnya.
Lalu terkait dengan korelasi linear soal janji politik menjadi “dasar pertimbangan” memilih capres/cawapres, apakah janji politik berpengaruh/tidak terhadap pilihan capres? Sebesar 27.3 persen janji politik “mempengaruhi” pilihan para pemilih terhadap capres. Namun meski begitu, masih ada angka sekitar 63,5 persen janji politik yang “tidak” berpengaruh terhadap pilihan politik.
Ia kemudian menambahkan bahwa, hasil survei ini juga menunjukkan hal yang menarik soal upaya “menagih janji” politik setelah terpilih. Hasilnya sebesar 16.6 persen pemilih menagih janji kampanye calon. Dan sisanya sebesar 71.4 persen tidak menagih/tidak peduli dengan janji politik capres setelah terpilih.
Sehingga dari data hasil survei di atas menunjukkan bahwa sangat wajar politisi tanpa beban mengobral janji sesuka hati. Karena meereka menyadari bahwa janji politik dalam kontestasi elektoral berpengaruh terhadap elektabilitas. Di sisi lain masyarakat tidak akan menagih janji politik yang dulu pernah mereka tawarkan, karena psikologi pemilih seringkali pelupa dan pemaaf.
Survei Voxpol Center ini dilakukan pada tanggal 26 Februari 2019- 8 Maret 2019. Survei ini juga dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error +-2,98 persen yang melibatkan 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas dengan selang kepercayaan survei ini adalah 95 persen.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar