Bisnis Boeing Semakin Melemah Setelah Percakapan Pilot Lion Air Terkuak
| vibiznews.com |
Berita kali ini datang dari Boeing yang kembali menghadapi masalah. Pasalnya, saat ini telah ditemukan adanya kesamaan dalam faktor kecelakaan Boeing 737 MAX yang ada di Indonesia dan Ethiopian yang menewaskan 346 orang.
Bahkan para ahli mencurigai adanya sistem otomasis yang dimaksudkan untuk hentikan stallung lah yang menjadi faktor pilot tidak dapat mengendalikan pesawat.
Para penyelidik di Ethiopia meneliti data kotak hitam dari kecelakaan kedua pesawat. Mereka mengatakan bahwa, "perekam suara kokpit Lion Air yang terkuak bahwa pilot kehilangan kontrol manual saat pesawat mengalami stalling. Sehingga pesawat langsung menukik kebawah dengan kencang."
Penyelidik yang memeriksa kecelakaan di Indonesia saat ini juga sedang menginvestigasi bagaimana komputer pesawat dapat mengalami kesalahan informasi dari sensor dan apakah para pilot sudah memiliki cukup pelatihan untuk menanggapi adanya keadaan darurat yang tepat.
Adanya komunikasi dari blackbox juga menunjukkan bahwa pada saat-saat terakhir, kapten berusaha untuk menemukan prosedur yang tepat di buku pegangan, sementara co-pilot pertama tidak dapat mengendalikan pesawat.
"Kecelakaan itu disebabkan pilot tidak mengetahui prosedur, layaknya menjawab 100 pertanyaan cepat tapi cuma bisa menjawab 75 persen saja. Pasalnya pilot sudah panik dan memiliki waktu singkat," ungkap salah satu investigator yang memeriksa blackbox yang tidak ingin disebutkan namanya.
Hingga pada akhirnya, sumber tersebut mengatakan kepada Reuters (21/3/2019), kapten kelahiran India, 31, dalam rekaman masih terdengar tenang, sementara co-pilot asal Indonesia, 41, mengatakan "Allahu Akbar" yang kemudian pesawat menabrak air.
Kecelakaan 10 Maret yang menimpa Ethiopian Airlines juga telah mengguncang industri penerbangan global. Dan membayangi model andalan Boeing yang menjadi target perusahaan untuk menjadi standar selama beberapa dekade yang akan datang.
Dari pihak Boeing sendiri yang berkantor pusat di Chicago kini telah menjanjikan pembaruan cepat dari perangkat lunak penerbangan otomatis untuk pesawat tersebut. Namun, regulator utama di Eropa dan Kanada ingin memastikannya sendiri, daripada mengandalkan pemeriksaan dari AS.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar