Kurangnya Dana, Filipina Terancam Batal Menjadi Tuan Rumah SEA Games 2019
| Sumber gambar: Indogamers |
Berita kali ini datang dari Filipina yang terancam batal menjadi tuan rumah SEA Games 2019. Hal ini dikarenakan Filipina dinilai sangat lamban dalam melakukan persiapan sebagai tuan rumah SEA Games ke-30 yang akan digelar November mendatang.
Dewan Federasi SEA Games (SAFG) dikabarkan tengah memantau situasi di Filipina. Kurangnya dana dan adanya pertengkaran para pejabat di internal instansi olaharga yang nyatanya membuat Filipina belum siap sebagai tuan rumah.
Maka dari itu, SAFG dikabarkan akan segera melakukan pertemuan dadakan untuk mencari negara lain yang bersedia menjadi tuan rumah.
Namun dikabarkan, Indonesia dan Thailand sudah bersedia untuk menjadi tuan rumah untuk ajang dua tahunan tersebut.
"Mereka (Filipina) tidak senang. Pertama, karena kami mendaftakan 56 olahraga dengan banyak olahraga baru. Kemudian, ada laporan tentang kurangnya dana dan pertengkaran di antara para pejabat olahraga, khususnya di Komite Olimpik Filipina (POC)," bunyi pernyataan itu, dikutip dari Tribune.
Sebelumnya kasus pengunduran diri sebagai tuan rumah juga pernah dilakukan oleh Brunai karena kurangnya fasilitas dan sumber daya untuk menampung para atlet, namun pengunduran diri ini dilakukan empat tahun sebelum acara pembukaan dimulai. Yang jelas ini sangat berbeda dengan Filipina yang hanya menyisakan waktu delapan bulan.
"Brunai mundur pada 2015 lalu atau empat tahun sebelum upacara SEA Games dibuka. Dalam kasus Filipina, kami hanya punya delapan bulan lagi. Saya tidak yakin apakah akan terjadi," kata sumber itu.
Gagasan pengunduran diri ini pertama kali disampaikan oleh Anggota Dewan Eksekutif POC Prospero Pichay. Ide Pichay menyarankan Filipina mundur muncul menyusul kegagalan menyetujui anggaran SEA Games.
Pichay, jika anggaran tidak disetujui pada bulan April, maka Filipina akan menarik diri jadi tuan rumah SEA Games. Ini karena Komisi Olahraga Filipina (PSC) akan mengalami kesulitan dalam membeli peralatan untuk atlet.
"Jika anggaran tidak akan setujui pada bulan Maret, kami akan mengalami kesulitan pengadaan peralatan, tetapi itu masih bisa dilakukan asalkan SEA Games dijalankan oleh orang yang tepat. Namun, jika anggaran dirilis pada akhir April, maka lupakan saja," katanya.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar