Penembakan Massal di Christchurch Diduga Dilakukan Oleh Orang Terlatih


Pelaku penembakan massal yang terjadi di masjid yang berada di Christchurch diduga adalah orang terlatih karena menggunakan senjata semi-otomatis. Hal ini dikatakan oleh seorang mantan anggota kepolisian.

"Senjata-senjata yang dia miliki yang bisa kamu beli dengan lisensi senjata api normal," ucap veteran polisi yang enggan disebutkan namanya, dilansir dari laman Stuff.co, Jumat (15/3).

"Dia telah berlatih menembak di tempat lain. Ini bukan pertama kalinya ia menembakkan senjata jenis itu. Dia pernah menggunakannya sebelumnya," sambung sang veteran.

Dikatakan bahwa magazin senjata yang digunakan pelaku setidaknya menampung 30 peluru.

"Dia melakukannya dengan meniru film dan hal-hal lain. Bahkan cara dia berpakaian, sarung tangannya yang tanpa jari, dan cara dia bergerak."

"Cara dia menggunakan senjatanya. Dia seseorang yang jelas-jelas tertarik pada hal semacam itu. Dia mungkin pernah menjalani pelatihan militer, tetapi tidak dengan senjata-senjata itu karena cara dia menanganinya tidak begitu baik," tutupnya.

Walaupun dikatakan terlatih, pelaku masih dinilai amatiran. Veteran polisi tersebut mengatakan apabila korban lebih terlatih maka jumlah korban yang jatuh lebih banyak lagi.



Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer