Isu Kominfo Tutup Medsos Pada Masa Tenang Hanya Hoax

Hasil gambar untuk medsos ditutup
OtoritasNews

Berita kali ini datang dari Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan yang membantah akan menutup platform media sosial selama berlangsungnya masa tenang pemilihan umum (Pemilu) 2019 berlangsung. 

Menurutnya isu itu adalah hoaks.

“Jadi tadi itu yang dibatasi hanya iklan (kampanye), dan kalau ada gosip lagi medsos (media sosial) itu ditutup gak tau darimana itu dapat (berita)-nya. Dulu tutup Telegram saja sudah ramai, apalagi medsos," ujar Semuel, di Gedung Kominfo, Jakarta.

Sebelumnya, Kominfo bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, dan Pengurus Tim Pemenangan, serta perwakilan platform yaitu Google, Facebook, Twitter, Line, Bigo Live, Live Me dan Kwai Go, melakukan rapat koordinasi terkait dengan adanya iklan kampanye di media sosial.

Kegiatan tersebut menyepakati larangan platform menayangkan iklan kampanye dalam layanannya selama masa tenang berlangsung.

“Yang melakukan iklan kampanye politik selama ini cuma dua, Twitter dan Facebook,” ucap Semuel kepada wartawan.

Untuk itu, kini Kominfo meminta seluruh platform media sosial untuk segera menurunkan iklan kampanye jika menemukannya pada masa tenang menjelang pemilu 17 April mendatang.

Ia juga menambahkan, apabila ada yang melanggar, platform tersebut akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran bahkan penutupan layanan apabila terjadi pembiaran terhadap adanya iklan kampanye pada waktu tersebut.



Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer