Banyak Yang Mengincar, Pelaku Penembakan Christchurch Akan Ditempatkan di Sel Isolasi
![]() |
| FBC News |
Brenton Harrison Tarrant, pelaku penembakan Christchurch ini kemungkinan akan ditempatkan di sel isolasi karena dikhawatirkan keselamatannya akan terancam oleh napi lain. Hal ini diungkap oleh seorang kriminolog yang juga mantan narapidana asal Selandia Baru.
"Dia akan menjadi tidak populer di penjara di mana 80 persen (tahanan) adalah Maori atau Pasifika (penduduk kepulauan Pasifik) dan dia adalah supremasi kulit putih," kata Dr Greg Newbold, seorang profesor kriminologi di Universitas Canterbury, dilansir dari laman Strait Times, Kamis (21/3).
"Dia tidak akan memiliki teman, bahkan orang kulit putih," lanjutnya, yang juga pernah dipenjara.
Di negara Selandia Baru ini tidak memiliki aturan hukuman mati, sehingga Tarrant hanya dijerat hukuman penjara. Jika terbukti bersalah ia akan dijerat dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa adanya pembebasan bersyarat.
Bahkan Newbold mengatakan akan ada banyak orang yang mengincarnya di penjara sehingga ia harus ditempatkan secara terpisah.
"Jika dia dihukum, dia akan secara efektif dalam kesendirian untuk waktu yang sangat lama. Dia akan menghabiskan sebagian besar waktu di selnya sendiri," kata Newbold.
Pernyataan Newbold ini kemudian diperkuat oleh pernyataan salah seorang anggota geng motor Selandia Baru yang mengatakan bahwa mereka memiliki teman sesama napi, yang mengindikasikan mereka akan mengincar Tarrant.
Satu-satunya fasilitas keamanan maksimum Selandia Baru adalah Penjara Auckland yang baru-baru ini ditingkatkan di Paremoremo, 25 menit di utara Auckland, di mana sel-sel blok beton seluas 9 meter persegi memiliki tempat tidur, toilet, dan pancuran, dan semuanya terlihat sangat jelas oleh staf melalui kamera.
Dan saat ini Tarrant masih ditahan di penjara Christchurch sampai persidangan selanjutnya pada 5 April mendatang untuk mempertanggungjawabkan aksi brutalnya yang menewaskan 50 orang Jumat (15/3) lalu.
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar