Remaja Ini Batal Masuk Harvard Karena Postingannya 2 Tahun Lalu
![]() |
| Arizona Republic |
Kyle Kashuv, remaja yang selamat dari penembakan massal di Florida diketahui batal masuk Harvard akibat melontarkan ujaran rasis.
Remaja yang kini berusia 18 tahun mengaku bahwa ujaran yang disampaikannya melalui komentar internet tersebut dilontarkan saat ia berusia 16 tahun. Dimana ia melontarkan komentar yang berisi ancaman terhadap orang Yahudi dan mengejek orang kulit hitam. Kyle sendiri telah meminta maaf atas ujaran tersebut.
1/ THREAD: Harvard rescinded my acceptance.— Kyle Kashuv (@KyleKashuv) June 17, 2019
Three months after being admitted to Harvard Class of 2023, Harvard has decided to rescind my admission over texts and comments made nearly two years ago, months prior to the shooting.
I have some thoughts. Here’s what happened.
"Harvard memutuskan bahwa seseorang tidak dapat tumbuh, terutama setelah peristiwa yang mengubah hidup seperti penembakan, sangat memprihatinkan," ia menyampaikannya lewat thread kepada 300.000 pengikut Twitternya, dilansir dari laman BBC, Selasa (18/6).
Ia melanjutkan, bahwa Harvard adalah lembaga yang memahami pertumbuhan. Dan yang dipandang sebagai puncak dari pendidikan tinggi meskipun masa lalunya sudah lewat. Ia juga menuturkan bahwasepanjang sejarahnya, fakultas Harvard telah memasukkan pemilik budak, segregationists, fanatik dan anti-Semit.
Dalam tulisannya itu juga ia mengatakan, jika Harvard menyatakan bahwa pertumbuhan tidak mungkin dan masa lalu kita menentukan masa depan kita, maka Harvard adalah institusi yang pada dasarnya rasis. Dan dengan tegas, ia mengatakan bahwa ia tidak percaya itu semua.
Atas hal ini, seorang juru bicara untuk Harvard mengatakan bahwa universitas tidak berkomentar secara terbuka tentang status penerimaan pelamar individu.
Sebelumnya, Kylie dikenal sebagai korban yang selamat atas penembakan massal yang terjadi di Florida. Dan sejak penembakan itu, Kylie berseberangan pendapat dengan teman-temannya di SMA Marjory Stoneman Douglas dengan menyerukan hak senjata pribadi untuk dilindungi di bawah amandemen kedua konstitusi AS.
Banyak korban penembakan Parkland memfokuskan upaya mereka pada kontrol senjata setelah penembakan.
Sumber: akurat.co
Sebelumnya, Kylie dikenal sebagai korban yang selamat atas penembakan massal yang terjadi di Florida. Dan sejak penembakan itu, Kylie berseberangan pendapat dengan teman-temannya di SMA Marjory Stoneman Douglas dengan menyerukan hak senjata pribadi untuk dilindungi di bawah amandemen kedua konstitusi AS.
Banyak korban penembakan Parkland memfokuskan upaya mereka pada kontrol senjata setelah penembakan.
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar