5 Hukuman Tersadis Sepanjang Masa


Jauh sebelum manusia mengenal hukum dan hak asasi manusia (HAM), berbagai macam hukuman berat pernah dilaksanakan di berbagai belahan dunia.

Berawal dari penyiksaan sadis pernah dilakukan. Dan berikut adalah 7 macam hukuman tersadis seperti yang dilansir dari Akurat.co Senin (10/6).

1. Direbus hidup-hidup

Bagian tubuh terkena air panas saja sudah membuat kita ingin merasakan kesakitan. Apalagi seluruh tubuh direbus hidup-hidup.

Hukuman ini pernah diterapkan pada zaman kekuasaan Kaisar Romawi Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus. Selama berkuasa, Kaisar Nero tercatat pernah merebus hidup-hidup ribuan umat Kristen di dalam minyak yang mendidih. 

Biasanya, terpidana tidak langsung dimasukkan ke dalam air yang mendidih, tetapi secara bertahap. Misalnya, dari bagian paling bawah tubuh, yaitu kaki akan dimasukkan ke dalam minyak, air, timah, atau lilin yang mendidih. Hal ini bertujuan agar si terpidana tidak langsung pingsan saat dihukum dengan cara merebus dengan bertahap.

Inggris nyatanya juga pernah melaksanakan hukuman ini pada abad ke 12 hingga 16 pada kekuasaan Raja Henry VIII pada sekitar tahun 1531, orang-orang yang kedapatan menghilangkan nyawa orang lain atau tuannya akan dianggap sebagai seorang pengkhianat negara dan harus dihukum dengan cara direbus hidup-hidup.

2. Judas cradle

Image result for judas cradle
Medieval Chronicles
Judas cradle adalah salah satu alat penyiksaan yang digunakan oleh orang zaman dulu untuk menghukum para pelaku kejahatan di sekitar Abad Pertengahan di Eropa. Dengan berbentuk lancip pada ujungnya inilah yang digunakan untuk menusuk lubang anus atau vagina para pelaku kriminal.

Dengan rasa sakit yang luar biasa, pelaku kejahatan ini akan mendapat siksaan berhari-hari hingga akhirnya mati karena infeksi Judas cradle atau karena sakit yang luar biasa.

3. Rak

Rak merupakan sebuah alat penyiksaan yang didesain untuk memisahkan setiap ruas persendian yang dimiliki korban. Jenis hukuman ini dipercaya sebagai hukuman paling sadis pada Abad Pertengahan.

Pada pelasanaannya, si pelaku kejahatan akan dibaringkan di rak dengan kedua tangan serta kaki diikat di bagian atas dan bawah rak. Kemudian, para penegak hukum akan menarik tali-tali tersebut hingga tubuh si tersangka tertarik sampai bagian tangan dan kaki copot. Bisa dijamin, penyiksaan ini akan benar-benar berhenti ketika semua tangan dan kaki si tersangka dipastikan terlepas dari badan.

4. Dikuliti hidup-hidup

Bentuk hukuman dengan cara dikuliti hidup-hidup tidak hanya terjadi di film-film saja, tetapi nyatanya juga pernah diterapkan di berbagai masa seperti pada masa Kekaisaran Asiria Baru pada sekitar tahun 934 SM hingga 608 SM, Abad Pertengahan Eropa, serta suku Aztecs di Meksiko.

Korban metode hukuman ini pastinya lama-kelamaan akan mati lemas karena mengalami rasa perih serta sakit yang luar biasa.

5. Digergaji

Barangkali metode hukuman dengan cara menggergaji para pelaku kriminal adalah bentuk hukuman tersadis yang pernah ada. Bayangkan saja, pada pelaksanaannya, si pelaku kejahatan akan digergaji hidup-hidup. Bahkan, pada zaman Kekaisaran Romawi, tubuh para pelaku tindakan kriminal akan digergaji menjadi dua.

Cara menggergajinya pun terbilang cukup menyiksa yaitu secara perlahan-lahan. Tidak jarang, ada kejadian para korban penyiksaan masih hidup ketika besi gergaji hampir memotong tulang pinggul.

Hukuman yang terbilang murah namun menyiksa ini tercatat tidak hanya diterapkan di zaman Kekaisaran Romawi, tetapi juga populer pada Abad Pertengahan Eropa, serta beberapa negara Asia, seperti China.

Namun, hukuman itu kini hanya tinggal nama dan beberapa peninggalannya saja. Andai hukuman itu masih ada, bagaimana pendapatmu?





Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer