Memiliki 17 Juta Kendaraan Bermotor, Jakarta Menjadi Juara Kualitas Udara Terburuk

Related image
australiaindonesiacentre.org

Pada H-1 Lebaran, udara dijakarta tercatat menyentuh 210 US AQI. Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mencatat Air Quality Index Jakarta pada Selasa (4/6/2019).

Dengan angka itu, menurutnya Kota Jakarta menjadi juara kualitas udara terburuk di dunia pada hari itu. Yang kemudian hal ini dijawab langsung oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

"Ya ginilah, di Jakarta ini kita memiliki 17 juta kendaraan bermotor. Dengan 17 juta kendaraan bermotor, maka bisa dibayangkan kualitas udara yang dihasilkan akibat dari residu polutan itu," Ucap Anies di Balai Kota  Jakarta, Senin (10/6/2019).

Anies juga mengatakan, untuk mendorong pengunaan bahan bakar ramah lingkungan perlu proses dan waktu. Walau begitu, ia melanjutkan, bahwa sekarang sudah dilakukannya uji coba bus bertenaga listrik.

"Nanti semua bus-bus baru menggunakan sumber energi yang berbasis listrik itu nanti Jakarta insyaallah lebih bersih udaranya," ujarnya.

Dia meminta pemerintah Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sumber-sumber polusi dan tren penurunan hingga peningkatan AQI US Jakarta.

"Harusnya tren ini dicatat oleh KLHK. Kadang tinggi, kadang rendah, itu harus dicari sumber polutannya. Lalu supaya ada langkah strategis yang bisa dilakukan," ujar Bondan.




Sumber: akurat.co 

Komentar

Postingan Populer