Penularan Terhadap Virus Corona Dinilai WHO Semakin Cepat
![]() |
| Sumber Gambar: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang situasi virus corona (COVID-19), di Jenewa, Swiss, 28 Februari 2020. | REUTERS |
Kasus Virus Corona (Covid-19) kini diketahui lebih dari 378.000 dan kematian lebih dari 16.000. Dan tentunya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan angka penyebaran Virus Corona ini sangat meningkat tajam.
Dilansir Akurat dari laman BBC, tentunya terlihat dari angka ini menunjukkan perlu 67 hari dari hari laporan pertama COVID-19 untuk mencapai 100.000 kasus. Dan kemudian 11 hari untuk 100.000 kedua, dan hanya empat hari untuk 100.000 ketiga.
"Yang paling penting adalah apa yang kami lakukan. Anda tidak bisa memenangkan pertandingan sepak bola dengan bertahan. Anda harus menyerang juga," Ucap Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO dalam konferensi pers bersama dengan presiden FIFA Gianni Infantino untuk meluncurkan kampanye "kick out coronavirus" yang menampilkan para pesepak bola, dilansir dari laman BBC, Selasa (24/3).
Tak hanya itu saja, Tedros juga mendesak negara-negara lain untuk mengadopsi pengujian yang ketat dan strategi pelacakan kontak. Walau begitu, menurutnya juga dengan menjaga jarak dan berdiam diri dirumah tidak akan membantu untuk menang melawan Virus Corona.
"Untuk menang, kita perlu menyerang virus dengan taktik agresif dan bertarget, menguji setiap kasus yang dicurigai, mengisolasi dan merawat setiap kasus yang dikonfirmasi, dan mengejar dan mengarantina setiap kontak dekat," katanya.
Ia juga menyoroti tingginya angka terjangkit di kalangan petugas kesehatan akibat kurangnya alat pelindung diri. Dimana petugas kesehatan hanya dapat melakuakn pekerjaan mereka secar aefektif ketika dapat melakukan pekerjaan mereka dengan aman.
"Bahkan jika kita melakukan segalanya dengan benar, jika kita tidak memprioritaskan melindungi petugas kesehatan, banyak orang akan mati karena petugas kesehatan yang bisa menyelamatkan hidup mereka ikut sakit," tambah Tedros.
Ia mengatakan WHO telah bekerja sama dengan para mitra untuk mengatasi kekurangan APD global. Ia menyeru komitmen para pemimpin negara di seluruh dunia untuk bekerja sama meningkatkan produksi APD, menghindari larangan ekspor, dan memastikan pemerataan distribusi atas dasar kebutuhan.
Sumber: Akurat.co

Komentar
Posting Komentar