Kenaikan Harga Bawang Putih di Semarang Kini Kembali Ditangani Pemprov

Sumber Gambar: Ayosemarang.com

Kenaikan harga bawang putih kini membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung bertindak. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Arif Sambodo.

Dimana menurutnya kenaikan harga bawang putih bukan hanya di Semarang saja, tapi nasional. Ada beberapa hal yang mempengaruhi jenis komoditas bumbu dapur tersebut. Salah satunya adanya pemberhentian impor karena virus Korona.

Tapi hingga saat ini belum ada pembuktian secara ilmiah terkait kontaminasi virus Korona, terhadap bawang putih, ujarnya saat jumpa pers di kantor Gubernuran, Rabu (12/2/2020).

Dikatakan Arif, kebutuhan bawang putih di Semarang, Jawa Tengah khusunya mencapai 10 ribu ton tiap bulan. Bahkan kenaikan harga bawang putih terjadi sejak akhir Desember 2019 kemudian melonjak drastis pada akhir Januari dan awal Februari 2020. Pada 3 Februari 2020, harganya menyentuh Rp55 ribu per kilogram dan mencapai puncaknya ada 7 Februari yakni, Rp65 ribu per kilogram.

Terjadi juga di Kabupaten Banyumas, di mana harga bawang putih naik drastis pada awal Februari 2020. Begitu pula di Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Kudus, Kabupaten Cilacap, dan Kota Semarang. Harga di tingkat pengecer  31 Januari 2020, dari Rp38 ribu per kilogram, naik jadi Rp55.600 per kilogram. Harga tersebut bertahan sampai tanggal 9 Februari.

"Oleh karena itu kami melakukan inspeksi, pada Senin (10/2/2020) kemarin,” tambahnya.

Dimana inspeksi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Pasar Johar MAJT, Semarang menemukan fakta baru. Harga yang sebelumnya mencapai lima puluh ribu per kilogram, turun drastis menjadi Rp29 ribu.

Diketahui Tak hanya berhenti di pasar tradisional Semarang saja, tim kemudian melakukan inspeksi ke distributor dan importir. Hasilnya sama, bawang putih asal Tiongkok tersedia dan stoknya mencukupi. Penurunan harga bawang tak lepas dari campur tangan pemerintah pusat.

Berdasarkan informasi sudah ada rapat antara Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertig Niaga Veri Anggrijono dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indriasari Wisnu, beserta Satgas Pangan Polri. Isinya seputar imbauan kepada importir untuk menurunkan harga bawang ke distributor. Karena apabila harga masih liar, maka Satgas Pangan anak turun ke lapangan,” Tukasnya. (eri)

Sumber: Ayosemarang.com

Komentar

Postingan Populer