Paket Bahan Peledak Dikirim Untuk Obama Dan Hillary Clinton

Kali ini dunia dihebohkan dengan adanya kiriman bahan peledak yang diterima oleh Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hillary Clinton.
Hal itu disampaikan oleh Badan Rahasia (Secret Service) yang menginformasikan hal itu pada Rabu (24/10) waktu setempat. Kejadian ini terjadi selang dua hari setelah satu bom ditemukan di rumah filantropis liberal dan pebisnis George Soros di pinggiran New York City.
Para teknisi yang menemukan paket bahan peledak itu ketika memindai surat yang dikirim pada para mantan pejabat AS. Gedung Time Warner di New York juga dievakuasi akibat paket itu.
“CNN yang berada di gedung Time Warner mengevakuasi ruang berita akibat kejadian itu,” ungkap Presiden CNN Jeff Zucker dalam pernyataannya, dikutip BBC.
Zucker juga menjelaskan, paket mencurigakan itu ditemukan di ruangan surat gedung itu. Seluruh kantor CNN di penjuru dunia saat ini digeledah untuk memastikan keamanan dari bahan berbahaya itu.
Menurut keterangan Secret Service AS, satu paket dengan alamat untuk Hillary bertanggal 23 Oktober. “Awal pagi ini, 24 Oktober 2018, paket kedua dialamatkan untuk kediaman mantan Presiden Barack Obama dicegat personil Secret Service di Washington DC,” ungkap pernyataan Secret Service.
“Kedua paket itu dicegat terlebih dulu sebelum dikirim ke lokasi yang dimaksud. Orang-orang yang dilindungi tidak menerima paket itu atau mereka tidak berisiko menerimanya,” papar Secret Service.
Pejabat AS menyatakan pada Associated Press bahwa bahan peledak fungsional itu ditemukan selama pemindaian surat yang dikirim untuk rumah Hillary Clinton di Chappaqua, New York.
Biro Investigasi Federal (FBI) mengaku mengetahui paket tersebut dan pasukan Tugas Terorisme Gabungan membantu investigasi. Media AS juga melaporkan, paket yang dikirim ke CNN tampaknya dialamatkan untuk mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) John Brennan.
Sumber : akurat.co
Komentar
Posting Komentar